Strategi Media Sosial Menggunakan Buzzer di India

Strategi Media Sosial Menggunakan Buzzer di India – Sebuah strategi politik yang menggunakan media sosial ternyata tidak hanya disediakan di Indonesia. Partai politik di India juga menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sistem politik seperti ini merupakan sesuatu yang ternyata sudah digunakan di banyak tempat tapi India menggunakan modal yang sangat mirip dengan orang Indonesia. Di India terdapat dua kubu yang berseteru dan penggunaan sebutan anti nasionalis dan penghinaan terhadap agama juga kerap ditemukan dalam kegiatan media sosial di negara tersebut. Ini adalah sesuatu yang sama persis terjadi di Indonesia bahkan pada saat pemerintah yang didukung sudah menjadi pemimpin. Tidak ada usaha dari pemerintah India untuk memberikan penjelasan mengenai strategi ini dan tidak ada pula usaha untuk mempersatukan perpecahan yang terjadi.

Walaupun demikian terdapat perbedaan yang cukup jelas dalam strategi politik yang digunakan. Di India terdapat kelompok yang secara rutin memberikan arguments yang bagus mengenai kenapa seorang pemimpin yang dalam kasus ini bernama Narendra Modi adalah presiden yang baik. Tentu saja penjelasan dan pernyataan yang diberikan mengenai kebaikan presiden ini adalah sesuatu yang usang dan memang merupakan pencitraan umum yang diberikan oleh presiden. Presiden bersikap netral terhadap semua kegiatan dan meliputi semua kelompok bahkan kelompok yang menyatakan berbeda dengan Modi. Dalam media sosial di India selalu ada orang yang berusaha menjilat dan memberikan pujian dan pujaan mengenai kepemimpinan Modi sampai menyatakan berbagai hal yang tidak masuk akal. Hal ini membuat banyak pihak lain geram.

Multaqa – Ketika ada ahli atau pihak lain yang berusaha menyatakan fakta maka kelompok yang memiliki fungsi untuk memancing emosi dan membuat kredibilitas sumber menjadi sangat buruk muncul dan mencerca sumber ahli atau pihak yang menolak Modi ini habis-habisan. Tidak jarang orang-orang ini dicap sebagai anti-nasionalis dan kegiatan orang ini akan diikuti di berbagai media sosial ketika orang yang dijadikan sasaran ternyata memiliki banyak pengikut dan menyuarakan kebenaran di berbagai keadaan dan kesempatan. Pada akhirnya suara yang benar akan tenggelam di bawah hinaan dan tuduhan yang bertumpuk-tumpuk sehingga orang yang ingin mendapatkan kebenaran menjadi sulit mencapainya dan juga merasa takut akan kekejaman orang-orang yang pro Modi di media sosial.

Strategi Media Sosial Menggunakan Buzzer di India

Buzzer di India disebut dengan Troll yang memiliki jangkauan luas di dalam berbagai jaringan media sosial dan kelompok yang ada di berbagai tempat di India. Mereka menggunakan platform populer yang hampir sama dengan Indonesia seperti twitter, Facebook dan WA. YouTube digunakan oleh para buzzer untuk menyebarkan berbagai berita palsu dan uniknya para troll ini lebih agresif dan militant daripada buzzer di Indonesia bahkan di sebuah tempat yang sudah pasti berisi orang-orang yang menolak Modi mereka masih berani masuk ke dalam membuat keributan. Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi di Indonesia karena ketika sebuah fakta yang dikemukakan dan tidak terbantahkan maka buzzer rp akan mundur dan mengikat tangan mereka.

Iklim politik di India sangat jelas. Sekelompok kecil orang memberikan dukungan tidak terbantahkan pada Modi dan kelompok lain menolak Modi dengan berbagai cara dan usaha mereka untuk memberikan penjelasan dan fakta dibungkam sekuat tenaga untuk menghilangkan kebenaran. Modi yang dinyatakan memberikan dukungan inklusif pada masyarakat India juga memiliki usaha untuk memberikan kesan bahwa mereka tidak membenci salah satu pihak tapi hal ini menjadi kontradiktif karena troll bayaran Modi terus-menerus menyerang kelompok atau individu tertentu.