Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu di India

Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu di India – Media sosial di India memang merupakan salah satu hal yang termasuk populer. Penyebaran informasi yang cepat diperlukan untuk mendapatkan jangkauan yang luas untuk para pemilih dan hal ini akan secara langsung berhubungan dengan usaha untuk menggunakan kesempatan mempengaruhi publik dengan menggunakan berbagai isu dan propaganda yang membuat seseorang bisa terpengaruh secara lahir dan batin untuk mengikuti sebuah pemikiran terutama dari seorang pemimpin yang dianggap memiliki kemampuan untuk mengarahkan masyarakat pada arah yang tepat. Semua hal ini dikerahkan untuk memenangkan pemilu dan mendapatkan kursi di dalam kepemimpinan sebuah lembaga atau instansi sehingga ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk tujuan kepentingan rakyat.

Tapi dalam kenyataannya isu yang didukung tidak berhubungan dengan kepentingan rakyat. Dari beragam perdebatan mengenai paham politik yang dimiliki oleh seseorang sebuah kegiatan politik lebih diarahkan pada usaha untuk mencari pengikut. Kebijakan yang direncanakan akan diterapkan pada masa jabatan tidak jelas alias memiliki orientasi yang kabur dan pelaksanaanya tidak transparan. Malah jika diteliti lebih baik maka jelas terlihat bahwa kebijakan yang diarahkan oleh pemerintah memiliki dampak yang cukup jauh dari jangkauan rakyat dan tidak memberikan dampak langsung dan signifikan pada ekonomi pemerintahan. Masalah lain adalah penggunaan agama dan keyakinan untuk menarik pengikut juga secara tidak langsung memecah belah bangsa.

Multaqa – Pengaruh yang paling besar pada iklim politik di masyarakat lebih banyak diberikan oleh buzzer. Di India juga terdapat kelompok buzzer yang memiliki fungsi utama untuk membantah dan membuat lawan politik tampak buruk. Tidak sedikit orang yang menggunakan kata-kata buruk untuk menjatuhkan lawan politik dan hal ini bukanlah sesuatu yang janggal di India. Penjelasan dan pemberian pemahaman mengenai apa yang terjadi setelah sebuah kebijakan diimplementasikan atau penjelasan untuk ide penyelenggaraan kebijakan pada suatu bidang hampir tidak diberikan sama sekali pada rakyat. Rakyat hanya diajak untuk mendukung sebuah pemikiran atau pemimpin dan dibiarkan bertengkar satu sama lain untuk menyatakan pendapat yang paling benar.

Pengaruh Media Sosial dalam Pemilu di India

Akibat dari metode untuk mendapatkan pendukung menggunakan buzzer ini maka orang yang ribut di kalangan masyarakat bawah juga menggunakan cara yang sama untuk menjatuhkan lawan bicaranya. Mereka akan memberikan pernyataan yang tidak menyenangkan dan menuduh orang yang menjadi lawan bicaranya sebagai orang yang telah meninggalkan budaya dan agama leluhur sementara pihak lain mencoba menggiring opini kekejaman dan ketidakadilan yang diberikan pada kaum dalit jika India menjadi sebuah negara yang pemikirannya sudah dihegemoni dengan agama Hindu . pada akhirnya lawan bicara juga akan dianggap sebagai manusia biadab yang menempatkan manusia lain lebih rendah daripada binatang.

Baca juga : Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu, Internet India Tidak Dapat Diakses

Terlepas dari sebuah cara bermain politik yang tidak sehat. Kecenderungan untuk memecah persatuan bangsa dan menimbulkan kedua kelompok yang saling berseberangan juga akan menjadi sebuah kekacauan yang besar. Pada akhirnya sebuah ketegangan akan tereskalasi sampai munculnya sebuah keributan. Isu pengungsi, kemiskinan dan kelaparan di India hampir tidak pernah dibahas dan masing-masing pihak akan menyalahkan pihak lain karena memilih kebijakan tertentu atau memutuskan untuk mengabaikan sebuah kebijakan kemudian isu dipelintir sedemikian rupa sehingga pihak yang lain tampak salah. Kondisi in tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami di Indonesia pada saat ini dan walaupun ketika hal ini terjadi di India terdapat kecenderungan untuk menghasilkan masalah perpecahan yang lebih besar.