Mengenal Politik di India, Negara Yang Menganut Sekularisme

Mengenal Politik di India, Negara Yang Menganut Sekularisme – India merupakan salah satu Negara yang terletak di Asia Selatan. India ini berpenduduk sekitar satu miliar jiwa. Sehingga menjadikan India sebagai Negara dengan penduduk terbesar kedua di Benua Asia. India ini menganut sistem Republik Demokratik Sekuler Parlementer.

Perlu diketahui bahwa India menjadi salah satu Negara yang menganut sistem Negara sekularisme. Sekularisme adalah ideologi atau pemikiran yang memisahkan antara urusan agama atau kepercayaan dengan institusi atau aturan Negara.

Pengertian Singkat Tentang Ideologi Sekularisme

Mungkin masih banyak orang yang belum mengerti tentang ideologi sekularisme yang dianut oleh India. Sekularisme merupakan pemikiran yang memisahkan antara urusan agama dengan urusan Negara. Jadi, Negara tidak boleh mencampur adukkan antara kepentingan Negara dengan agama.

Sehingga, semua kebijakan tentang Negara tidak bergantung pada aturan agama. Selain itu, Ideologi sekularisme juga tidak menuntut individu dalam memeluk agama tertentu. Artinya, Negara memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memeluk agama yang dipercaya.

Selain itu, Negara juga tidak menonjolkan salah satu agama. Semua agama sama di mata Negara. Jadi, ideologi sekularisme adalah suatu pemikiran yang diambil oleh Negara tanpa mencampurkan agama dengan urusan Negara.

Jadi, segala hukum yang berlaku tidak berdasarkan hukum suatu ajaran agama tertentu. India memang menganut ideologi sekularisme. Sehingga, aturan yang berlaku di Negeri yang mayoritas Hindu ini memisahkan antara peraturan agama dengan Negara.

Meskipun menganut ideologi sekuler parlementer, namun pemerintah India tidak menganjurkan masyarakat untuk tidak percaya kepada tuhan. Meskipun sekularisme ini mengedepankan rasional atau fakta dibandingkan dengan takdir tuhan.

Namun, pemerintah India tidak menganjurkan untuk tidak percaya kepada tuhan. Akan tetapi, hukum-hukum agama tidak berlaku di India. Oleh karena itu, India menjadi salah satu Negara sekularisme yang masih bertahan hingga saat ini.

Perkembangan Politik di India Ketika Pemilihan Umum

Perlu Anda ketahui bahwa India dipimpin oleh dua petinggi, yakni Perdana Menteri dengan Presiden. Perdana Menteri dan Presiden ini memiliki tugas yang berbeda.Ada beberapa perbedaan tugas antara Perdana Menteri dengan Presiden. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

1. Perdana Menteri
* Perdana Menteri berperan dalam sistem parlementer atau semi-presidensial dalam suatu Negara.
* Disebut sebagai anggota legislatif dalam suatu Negara yang menggunakan dua sistem pemerintahan
* Memimpin para menteri-menteri yang masuk dalam kategori cabang eksekutif pemerintahan.
* Mendapatkan dukungan militer dari kekuatan cadangan dari suatu Negara
* Memiliki fungsi untuk menetapkan Undang-Undang dari suatu Negara yang berlaku.

2. Presiden
* Memiliki tugas sebagai kepala Negara
* Dipilih oleh anggota parlemen dan Majelis Legislatif melalui voting. Dan kemudian, Presiden menunjuk Perdana Menteri.
* Presiden memiliki hak untuk memberikan amnesti atau pengampunan hukum bagi para penjahat. Umumnya, penjahat yang divonis mati oleh pengadilan.
* Presiden hanya dapat dilengserkan dengan mengikuti “impeachment”. Salah satu proses impeachment ini ketika presiden dengan sah melanggar hukum konstitusi.

Di pemilu tahun 2019, Perdana Menteri petahana yakni Narendra Modi kembali terpilih sebagai Perdana Menteri. Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin oleh Narendra Modi ini berhasil meraih kursi sebanyak 543 kursi.

Sedangkan Partai Kongres yang dipimpin oleh Rahul Gandhi hanya berhasil mengumpulkan kurang dari 100 kursi. Salah satu alasan mengapa Modi kembali terpilih sebagai Perdana Menteri ada pada visi serta misinya.

Narendra Modi mengangkat isu bahwa masyarakat yang menganut agama minoristas, seperti Islam dan Kristen akan mendapat perlindungan dari agama mayoritas di India. Hal ini meningkatkan elektabilitas dari Modi untuk meraih suara di pemilu tahun 2019.

Suhu Politik di India Sejak Wabah Corona Menyebar di India

Suhu Politik di India Sejak Wabah Corona Menyebar di India

Suhu politik di India sempat memanas karena India terkena imbas dari penyebaran virus corona. Bahkan,virus corona varian delta ini dari India. Tercatat, sekitar 1 juta korban meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Hal ini tentu saja membuat suhu politik di India sempat memanas karena pemerintah dinilai lamban dalam mengambil kebijakan. Selain itu, pemerintah India juga dianggap lalai dalam mengambil kebijakan untuk menstabilkan nilai ekonomi.

Akibatnya, ekonomi di India sempat mengalami penurunan cukup tajam. Terlebih Perdana Menteri India, Narendra Modi mengabaikan sektor pangan lokal untuk swasembada tidak diperhatikan dengan baik oleh pemerintah

Hal tersebut tentu saja membuat masyarakat India melakukan unjuk rasa di depan kantor pemerintahan. Dan demo besar-besaran ini membuat suhu politik di India sempat memanas. Sebab, masyarakat menilai bahwa pemerintah gagal menjalankan sistem pemerintahan yang pro dengan rakyat di India.

Isu-Isu Politik yang Membuat Suhu Politik Memanas di India

Ada beberapa isu-isu yang membuat suhu politik India sempat memanas. Salah satunya adalah isu terkait muslim di India semakin terpinggirkan dalam dunia politik. Padahal, Narendra Modi menyatakan bahwa muslim dan kristen akan mendapat tempat di pemerintahan.

Hal tersebut disebabkan karena isu-isu yang cukup sensitif. Padahal, India menganut paham ideologi sekularisme. Beberapa partai-partai di India terkesan “menjaga jarak” dengan muslim karena tidak ingin kehilangan mayoritas masyarakat India.

Ya, muslim dan kristen memang menjadi agama minoritas di India. Selain itu, umat Islam di India tidak memiliki posisi yang strategis di pemerintahan. Di tahun 2019, ada 126 kursi di bagian utara Uttar Pradesh. Namun, tidak ada satu pun tokoh muslim yang menjabat sebagai ketua.

Tentu saja, hal tersebut sempat membuat situasi politik memanas karena isu-isu yang dianggap dapat memecah belah.Sehingga, pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa semua agama tidak diistimewakan di India.

Multaqa – India menjadi salah satu Negara yang menganut sistem Demokratik Sekuler Parlementer. Politik di India berjalan cukup stabil, meskipun sempat diterpa isu-isu negatif. Meskipun begitu, India menjadi Negara yang tidak mencampuradukkan urusan agama dengan Negara.