Hampir Sebagian Besar Anggota Parlemen Partai Politik India Pernah Mempunyai Catatan Kriminal

Hampir Sebagian Besar Anggota Parlemen Partai Politik India Pernah Mempunyai Catatan Kriminal – Mahkamah Agung India telah memberikan mandat kepada semua partai politik yang ada di India. Mandat tersebut meminta semua partai politik untuk menjelaskan dan juga melakukan justifikasi memgenai banyaknya calon anggota parlemen yang ternyata memiliki beberapa catatan pernah melakukan tindakan kriminal. Perintah tersebut dilakukan menyusul banyaknya jumlah anggota parlemen yang berasal dari hasil pemilu 2019 yang ternyata mempunyai catatan kriminal. Jika dihitung hampir mencapai 43%. Catatan kriminalitas yang dilakukann sangat beragam. Mereka melakukan tindakan kriminal kecil, tapi ada juga beberapa anggota parlemen yang tercatat sudah melakukan tindakan kriminal kejahatan besar misalnya saja pemerkosaan, pembunuhan, pencurian dan lainnya. Ini diperoleh dari data Association for Democratic Reforms.

Multaqa – Lembaga Democratic Reforms ini menyatakan jika jumlah dari anggota parlemen yang memounyai catatan tindakan kriminal semakin hari semakin meningkat dalam kurun waktu beberapa periode pemilu di negara India ini. Pada tahun 2004 saja, anggota parlemen yang memiliki catatan kriminal sekitar 24%. Sementara itu, pada tahun 2014 tercatat sebesar 34% anggota parlemen yang terkibat kasus kriminal. Menanggapi ada banyaknya jumlah anggota parlemen yang mempunyai catatan kejahatan, Mahkamah Agung di India menyebutkan bahwa ini merupakan keadaan yang sangat mengkhawatirkan dan juga perlu dipertanyakan mengapa para partai-partai politik tidak bisa menemukan para politisi yang bersih dari segala tindakan kriminal. Mereka juga mengatakan jika kemungkinan menang dalam pemilihan ini bukan merupakan sebuah pembenaran untuk nengangkat semua orang yang sudah mempunyai catatan kriminal untuk maju dalam pemilu India. Mahkamah Agung meminta semua partai politik untuk menyampaikan penjelasan terkaot hal tersebut dalam waktu 48 jam. Apabila mereka gagal dalam melakukannya, maka para partai politik tersebut akan dianggap melakukan sebuah penghinaan terhadap pengadilan.

Hampir Sebagian Besar Anggota Parlemen Partai Politik India Pernah Mempunyai Catatan Kriminal

Ada berbagai macam faktor yang menjadi latar belakang mengangkat para anggota parleman yang memiliki catatan kriminal ini menjadi anggota partai politik, yaitu :

1. Uang
Faktor utamannya adalah uang. Ini ditegaskan oleh seorang ilmuan politik india Dr. Milan Vaishnav pada saat diwawancarai oleh BBC di New Delhi. Dia juga mengatakan di samping biaya pemilihan umum yang tidak murah, sistem keuangan dari partai juga tidak tranparan yang mana diperakan menjadi salah satu penyebab praktek tidak sehat ini.

2. Pesaingan politik yang ketat
Faktor kedua adalah karena persaingan politik. Pada tahun 2014, ada kurang lebih 464 partai. Sementara itu pada awal tahun 1952 yang merupakan pemilu pertama di India hanya
diikuti 55 partai politik saja. Selain itu, terjun ke dalam dunia politok dianggap sebagai karier yang sangat menguntungkan. Ini dikaji dari tahun 2013 yang mana jelas mempelihatkan angka rata-rata tingkat kekayaan anggota partai politik meningkat sebanyak 222% pasca menjabat menjadi anggota parlemen dalam satu periode saja.

Baca juga : Kemeriahan dan Deman Pemiihan Umum Di Negara India

3. Program tiga juta pejabat
Sistem politik di negara india memiliki tiga jenis tingkatan pemilihan umum dan ada juga tiga jabatan yang dapat diisi. Setiap tahapan pemiliha umum tersebut membutuhkan sumber
daya keuangan yang sangat besar. Selain itu, kurangnya demokrasi serta transparansi internal partai politil yang bisa mendorong majunya kandidat oportunis dengan kocek yang sangat dalam. Partai akan memberi temoat bagi para kandisat dengan catatan kriminal untuk bisa memoles diri selama menjadi seorang pembela rakyat kecil di negara India. Faktanya, mereka tidak pernah melakukannya.