Bharatiya Jannati Party, Partai Politik Berbasis Agama Terbesar Di Dunia – Beberapa partai politik yang berbasis agama political menjadi salah satu fenomena yang sudah lazim ditemukan pada berbagai negara pada saat ini. Partai ini tidak hanya dianut oleh negara yang menjadikan sebuah agama tertentu sebagai indentitas negara, tapi juga beberapa negara lainnya salah satunya adalah negara India.

Salah satunya adalah Bharatiya Jannati Party (BJP) BJP merupakan sebuahh partai politik yang berasal dari India yang mana berbasis agama terbesar di dunia. BJP dikenal sebagai partai rakyat india yang mana mempunyai anggota mencapai 180 juta orang. Hal tersebut menjadikan BJP sebagai partai yang juga berbasis agama terbesar di seluruh dunia.

Multaqa – BJP menganut sebuah idiologi Hindutva yang merupakan idelolgi yang mengatasnamakan indentitas kehinduyan dalam upaya pembinaan bangsa India. Ada dua jenis ajaran pokok yang ada di dalamnya yaitu rashta ( keterikatan akan tanah air), Wesa dan Sankriti atau kerterikatan terhadap budaya dan segala macam peradaban Hinduisme.

BJP merupakan sayap politik dari Rashtriya Swayamsevak Sangh yang merupakan sebuah gerakan advokasi supremasi hindu yang selalu melawan kebijakan yang cenderung ramah terhadap para kaum minoritas. Ada banyak sekali anggota RSS yang duduk di kursi kekuasaan India. RSS sendiri merupakan sebuah komunitas yang besar. Ada 1,8 juta kader yang masih aktif, ada 40 ribu ranting dan dipimpin oleh seorang imam besar.

Bharatiya Jannati Party, Partai Politik Berbasis Agama Terbesar Di Dunia

BJP sempat memenangkan pemilu dua kali pada tahun 2014 dan 2019. Ini berkat adanya Narendra Modi yang sebelumnya menjadi Menteri Besar Gujarat. BJP tidak menggunakan berbagai narasi hindu dalam kampaye yang diselenggarakannya. Dengan begitu, bisa menarik para konstituen dalam jumlah yang lebih besar. Di dalam kampayenya, BJP juga didukung oleh berbagai basisi masa yang sangat besar dan menggunakan strategi patronase. Pada tahun 2004, Sham Iman Jama Masjid, Syed Ahmed Bukhari mengajak para jemaatnya untuk memilih BJP karena rasa kecewannya terhadap status quo dan tidak ada jaminan kesejahteraan ekonomi bagi para masyarakat muslim di India.

Akan tetapi faktanya, menguatnya indentitas Hindu dibawah partai BJP membuat partai ini mengurangi pelayanan dan pengakuan negara terhadap para warha muslim dan kristen di India. India pada masa pimpinan BJP sudah mengeluarkan berbagai macam kebijakan konversi berbagai masjid pada era Mughal menjadi Kuil Hindu, mengubah status otonomo dari Jammu dan Kashmir menjadi Union Territory, serta mengeluarkan warga muslim yang sudah tinggal lama di India dari status kewarganegaraanya.

Pada masa ini banyak terjadi kasus. Salah satunya adalah kuatnya indentitas mayoritas pada suatu negara, meskipun ia merupakan salah satu faktor pembangun bangsa dan juga negara, menjaga kontrol sosial tapi memiliki sifat yang selalu mengesampingkan hak-hak para kaum minoritas. Naiknya BJP ini berkat menggunakan populisme ekonomi rakyat untuk bisa tampil lebih cemerlang dalam berkompetisi dengan ribuan partai politik lainnya.

Partai politik yang berbasis agama ini sering tidak memiliki dukungan besar, bahkan sering dibiarkan karena skala kecilnya dinilai bukan ancaman. Partai yang berbasis agama yang mempunyai dukungan besar sering kali dilihat sebagai ancaman, misalnya sjaa anti demokrasi, munculnya parta politik lain yang merugikam para kaum minoritas, dan bersikap diskriminatif.

Berbagai macam alasan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi karena tindakan diskriminasi dan juga permusuhan terhadap para kaum minoritas di India adalah hal yang negatif. Ini juga bisa menyebabkan munculnya berbagai tindakan non demokratif.